Rumah, Jalan dan Jembatan Rusak

Bagikan:
Sungai Bah Bolon yang meluap berada Jembatan Dolok Sinumbah. (Adi)

MetroSiantar.com – Puluhan rumah, jembatan dan jalan rusak parah setelah dihantam banjir bandang yang terjadi, Rabu (10/10) dini hari di Kabupaten Simalungun.

Jalan penghubung kecamatan di Kabupaten Simalungun dan penghubung menuju Kabupaten Asahan, tepatnya di Jalan Lintas Umum Pematangsiantar-Tanah Jawa Km 10, tepatnya di perbatasan Nagori Parbalogan dan Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, nyaris putus.

Banjir bandar berasal dari luapan air yang datang dari arah areal perkebunan sawit milik PTPN IV Unit Kebun Marihat.

“Kurang lebih jalan selebar 4 M rusak dan ambruk, akibat derasnya air yang datang dari areal Perkebunan Sawit PT Perkebunan Nusantara IV Kebun Matihat. Diduga akibat banjir bandang yang datang membuat bendungan tadah airnya jebol,” kata Danramil 10/Balimbingan Kapten Inf Leo Sianturi.

Dijelaskan Leo, pihaknya juga mendapat laporan, banjir juga merendam pemukiman di Huta 3, 4, 5 Nagori Totap Majawa & Huta Hite Tano Nagori Bah Jambi 2, Kecamatan Tanah Jawa.

Banjir bandang juga terjadi dibeberapa Kecamatan diwilayah Simalungun, diantaranya, Kecamatan Siantar, Kecamatan Gunung Malela, Kecamatan Hutabayu Raja, Kecamatan Panei, dan Kecamatan Bandar. Bahkan ada beberapa rumah dan akses jembatan yang rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut. Namun data kerusakan yang ditimbulkan belum diketahui.

“Nagori kita yang terdampak bencana di Kecamatan kami, Dolok Hataran, Dilau Malaha, Matihat Baris, Silau Manik dan Siantar Estate. Tidak ada korban jiwa maupun terbawa air akibat kejadian itu. 8 rumah yang terendam di Dolok Hataran. Kalau di Silau Manik hanya saluran air dan saluran irigasi yang rusak,” terang Camat Siantar Daniel Silalahi, kepada kru koran ini.

“Lahan pertanian kami termasuk kolam ikan banyak yang jebol dan rusak. Saat ini kami masih melakukan pendataan di lapangan. Selain itu juga upaya kita saat ini masih melakukan pendataan dan pembenahan dengan cara bergotong royong bersama warga,”tambahnya lagi.

Sementara itu, Camat Gunung Malela Jayamin Sipayung kepada kru koran ini mengatakan bahwa di kecamatannya ada beberapa Nagori yang terimbas bencana banjir, yakni Nagori Bangun, Nagori Marihat Bukit dan Nagori Sahkuda Bayu, namun yang lebih parah adalah Nagori Sahkuda Bayu, hingga menimbulkan korban sebanyak 2 orang.

“Sesuai arahan dari Wakil Bupati Simalungun agar kami mengimbau warga kami yang tinggalnya dekat dengan sungai Bah Bolon dengan cuaca yang saat masih belum bisa diprediksikan agar tetap selalu waspada,” kata Jayamin Sipayung.

Sementara Pangulu Sahkuda Bayu Suyatno menjelaskan, lahan kolam petani seluas kurang lebih 50 hektare mengalami rusak total.
“Petani ikan kami merugi, kalau taksiran saya mencapai miliaran rupiah,” terang Suyatno, dengan nada berat dan tampak sedih.

Selanjutnya, Camat Bandar Samsul SH MSi mengatakan, di Nagori Pematang Kerasaan Rejo ada jembatan sepanjang 60 meter yang menghubungkan ke Kecamatan Hutabayu Raja.

“Di Marihat Bandar tadi pagi ada 13 rumah terendam banjir karena air sudah melewati jembatan, saat ini sudah surut,” kata Samsul Pangaribuan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian terjadi, karena sekitar pukul 06.00 WIB, warga sudah kita evakuasi. Selain itu juga lahan pertanian juga banyak yang mengalami kerusakan, ini masih kita lakukan pendataan. Terus, saat ini kita sudah mendirikan tenda darurat dan dapur umum di Nagori Marihat Bandar, dan kita masih siaga bencana susulannya dengan meningkatkan kewaspadaan dibeberapa Nagori kami,” tambahnya lagi.

Sedangkan untuk di Kecamatan Pematang Bandar dan Bosar Maligas, tidak ada dampak yang dirasakan akibat banjir bandang dan luapan sungai Bah Bolon tersebut. Namun beberapa hari sebelumnya, di Kecamatan Pematang Bandar sudah lebih dahulu mengalami adanya luapan banjir besar Sungai Bah Bolon juga, hingga mengakibatkan ada 2 jembatan kecil penghubung putus.

“Kalau hari ini diwilayah kami tidak ada Terdampak banjir itu, namun pada hari Sabtu kemarin kamu sudah mengalami lebih dahulu, ada 2 jembatan yang putus dibawa oleh derasnya arus sungai Bah Bolon, dan sudah kami perbaiki saat itu juga dengan cara bergotong royong,”terang Camat Pematang Bandar Juriani Purba. (adi/esa)

Bagikan: