Rela Jadi Simpanan

Ilustrasi

TAK hanya Jokowi saja yang harus realistis. Nuryanti (37) nama samaran, warga Surabaya ini harus realistis pula ketika ekonomi ngedrop mengandalkan gaji suami. Maka demi perbaikan ekonomi, dia rela jadi simpanan juragannya di kantor. Hasilnya, dia dibelikan mobil dan disiapkan rumah baru. Tapi pada akhirnya……?

Dalam polititik idealistis bisa mengalah pada realistis. Jokowi misalnya, jika mau idealis untuk nyapres lagi mestinya mantap dengan Cawapres Mahfud MD. Tapi ketika rawan serangan politik identitas, terpaksalah dipasang Ma’ruf Amin yang Ketua MUI. Dalam urusan rumahtangga juga bisa begitu. Idealnya, istri itu mensykuri saja berapa gaji suami. Tapi ketika sehari-hari kekurangan juga, istri harus realistis, ikut bekerja untuk menambah penghasilan keluarga.

Tapi realistis model Ny. Nuryanti dari Surabaya ini malah terkesan nylekuthis (tak punya malu). Bagaimana tidak, ketika sudah ikut bantu kerja di swasta demi menambah penghasilan ekonomi tapi tak berkembang juga, akhirnya rela saja dia dijadikan simaskot non BRI, alias dijadikan wanita simpanan Hendro (50), juragannya di kantor swasta.

Sebagai istri Idris (43), sebetulnya Nuryanti cukup bahagia. Beberapa anak telah lahir dan tumbuh lucu-lucu, meski tak harus macam Cak Lontong. Tapi makin tambah anak, dan biaya pendidikan anak-anak juga harus dipikirkan, dia mulai merasa kedodoran. Maka untuk menambah penghasilan, Nuryanti harus menanggalkan prinsip lama bahwa istri itu idealnya hanya mamah karo mlumah.

Mulailah dia bekerja di perusahaan swasta. Tapi beberapa tahun bekerja di situ, ekonomi tak juga bangkit. Ketika bosnya ada gejala menghendaki dirinya untuk dijadikan WIL-nya mau saja, karena dijanjikan berbagai fasilitas. Di antaranya diberi mobil baru, dan disiapkan rumah kontan bukan pakai DP nol rupiah.

Jadilah Nuryanti menjadi WIL Hendro. Mobil Toyota Avanza terbaru memang langsung dibelikan, dan rumah baru sedang disiapkan. Tapi konsekuensinya, Nuryanti harus membagi cintanya untuk sang juragan. Hari-hari tertentu dia harus siap melayani kebutuhan biologis Hendro di hotel. Berarti sejak itu sama saja Nuryanti bersuami dua. Kadang capek juga, tapi mana bisa menolak bila nafsu suami atau juragan kadung sudah mengerucut!

Awalnya Idris suaminya tak tahu permainan istrinya. Istri ngaku dapat bonus dari kantor, percaya saja. Sekarang banyak duit juga tak curiga, karena alasan dapat TKD (tunjangan kerja dinamis) padahal aslinya itu berarti: Tip Kelonan Dulu. Dia baru curiga ketika menemukan SMS mesra di HP istrinya. Di situ tertulis bahwa Hendro mengajak ketemu di hotel. Bahasanya itu lho, pakai sayang-sayang segala.

Ketika diklarifikasi, Nuryanti tak bisa berkelit. Ya sudah, Idris yang tak mau istriya didivestasi lelaki lain, memilih bercerai saja. Maka beberapa hari lalu Idris membawa persoalan ini ke pengadilan agama. (jpnn)