Terkait Pengembangan Kawasan Danau Toba, Media dan Figur Punya Peranan Penting

Bagikan:
Danau Toba

MetroSiantar.com – Dalam mewujudkan Danau Toba sebagai destinasi wisata, dibutuhkan sosok atau figur yang peduli dengan kawasan Danau Toba itu sendiri. Tidak terjebak dengan tendesi lama yang larut dengan sentimen Danau Toba dimasa lalu. Figur tadi diharapkan mampu memberi inovasi serta mumpuni melihat kawasan Danau Toba di masa yang akan datang.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sanggam Tanjung SSos saat berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan di ruang kerjanya, (9/10). “Figurnya, harus orang yang bukan sekedar memiliki niat, namun harus peduli dengan masyarakat dikawasan itu kedepannya,” ujarnya.

Lebih gambling Sanggam menjelaskan, secara teknis, peran media sangat dibutuhkan untuk menggambarkan figur yang peduli dengan Danau Toba ke depan. Terutama bila menjadi perwakilan di Parlemen.

“Masyarakat belum tentu tahu siapa figur itu. Justru di sini peran media diharapkan bisa mengenalkannya guna mengetahui kompetensi, kepedulian serta integritas si figur tadi. Ini juga merupakan salah satu cara mengedukasi masyarakat untuk dapat maju dan berkembang dan tidak terkungkung dengan pola lama,” ujang pria yang akrab dengan awak media itu.

Lebih lanjut Sanggap mengutarakan, media juga harus objektif serta menggunakan pendekatan empiratif dalam membuat pemberitaan terkait dengan kawasan Danau Toba dengan proyeksinya sebagai daerah otonomi baru.

“Mindset (pola piker, red) masyarakat perlu digugah serta diedukasi. Ini tidak main-main. Ataupun sebuah permainan. Namun, bagaimana mengarahkan masyarakat menjadi pelaku wisata, serta mempersiapkan diri sebagai pelaku otonomi daerah baru. Tentunya dengan paradigma yang baru pula,” tandasnya.

Terpisah, pengamat Tapanuli, R Hamonangan SH, mengatakan hal senada. Hamonangan menegasakan bahwa Pengembangan kawasan Danau Toba juga merupakan indikator terbentuknya daerah otonom baru, seperti yang didambakan masyarakat melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba yang disahkan pada 1 Juni 2016.

“Saat ini masyarakat diharapkan dapat menjadi pelaku pariwisata demi terwujudnya kawasan Danau Toba sebagai negeri kepingan surga. Serta membenahi diri ketika otonomi daerah di luncurkan. Indikatornya sudah jelas dan dapat dirasakan oleh masyarakat dengan gencarnya pembangunan infrastruktur hingga peningkatan status bandara Silangit menjadi bandara Internasional dan pembenahan bandara Sibisa di Tobasa,” ujar Hamonangan.

Keseriusan Perpres tadi diwujudkan dalam penetapan arah dan kebijakan umum pengendalian serta pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Danau Toba melalui sinkronisasi antara pemerintah daerah dikawasan Danau Toba dan pemerintah pusat.

“Kita berharap adanya desain baru untuk perwujudtan mimpi tadi melalui perwakilan di parlemen. Cara lama dianggap kurang sehat serta tendesius untuk kepentingan sekelompok. karena sangat merugikan banyak pihak,” tandasnya. (sht/osi)

Bagikan: