Waspada! Perampok Modus ‘Gembos Ban’ Incar Nasabah Bank

Bagikan:
Kapolres Asahan menginterogasi salah satu pelaku perampokan dengan modus gembos ban. 

KISARAN – Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi SIK mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada khususnya yang berkaitan dengan uang. Pasalnya, perampokan dengan modus gembos ban kini mengincar nasabah yang menarik uang di bank.

“Masyarakat wajib mewaspadai komplotan perampok dengan modus pecah kaca dan gembos ban. Komplotan bandit yang dikenal rapi serta professional dalam setiap menjalankan aksinya ini merupakan pemain lama dari Palembang yang kini sedang beraksi. Bahkan perampok ini sudah empat kali beraksi di berbagai wilayah Sumatera Utara,” kata Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi SIK  kepada sejumlah wartawan usai memaparkan pengungkapan kasus dengan modus gembos ban dan pecah kaca yang terjadi di Kisaran sekitar dua minggu lalu.

“Mereka mengintai korbannya yang baru saja keluar dari bank dengan membawa uang. Komplotan ini ada empat orang. Namun satu di antaranya berhasil kita tangkap (berinisil SR). Mereka berasal dari Palembang dan sengaja datang ke wilayah Sumut-Aceh untuk melakukan aksinya,” jelasnya, Selasa (9/10).

Dari kronologis yang disampaikan Kapolres, saat itu korban baru keluar dari Bank Sumut dan mengendarai mobil. Korban tidak sadar sebelumnya sudah diintai oleh komplotan pelaku dengan menggunakan sepedamotor dengan sengaja menabur paku di jalan yang akan dilintasi korban.

Menyadari ban mobilnya kempes, korban lalu mencari bengkel dan turun dari mobilnya. Disaat yang bersamaan komplotan pelaku kemudian memecahkan kaca dan mengambil tas korban yang berisi uang yang baru ditarik dari bank.

“Komplotan ini merupakan Grup Palembang yang berhasil menggondol uang sebesar Rp75 juta milik Amirullah, salah seorang pengusaha di Kisaran yang baru keluar dari bank Sumut,” kata Yemi didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK.

Adapun tiga terduga pelaku kasus 363 KUHP yang masih DPO itu, yaitu J, A alias T, dan I.  Kapolres mengungkapkan, peran tersangka SR dalam aksi perampokan modus Pecah Kaca itu sebagai pengincar yang akan dijadikan korban. Dia bertugas mengamati nasabah bank yang melakukan penarikan uang dalam jumlah besar.

“Analisa tersangka disampaikan kepada rekan-rekannya. Aksi selanjutnya, mereka membuntuti mobil korban. Kemudian menebar paku untuk menggembosi ban mobil, dan memecahkan kaca untuk mengambil tas yang berisi uang milik korban,” katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK yang menginterogasi salah seorang tersangka berinisial SR mengakui komplotannya bisa mengamati nasabah yang keluar dari bank sampai satu jam. Sementara itu mereka sudah beraksi sebanyak empat kali di berbagai wilayah di Sumut. (Per)

Bagikan: